NU Care-Lazisnu PCNU Kendal Tasyarufkan Zakat Produktif ke 12 UMKM Binaan

NU Care-Lazisnu PC NU Kendal tasyarufkan zakat produktif kepada 12 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). UMKM ini merupakan binaan Lazisnu PC NU Kendal  di support oleh Perumda Air Minum Tirto Panguripan Kendal dan Bank Nusamba Cepiring. Acara penyaluran bantuan dilakukan di Ballroom lantai 2 di Bank Nusamba Cepiring, Kamis, (5/10/2023). 

Bantuan yang di terima setiap orang sebesar Rp.2.500.000. Bantuan di berikan kepada orang yang mengikuti pelatihan UMKM yang diselenggarakan oleh Lazisnu PC NU Kendal dan BPR NUsamba Cepiring bulan lalu. Selain mendapat bantuan berupa dana usaha, mereka juga mendapatkan sertifikat halal untuk produknya. 

Abidin selaku ketua Lazisnu PC NU Kendal mengatakan, pihaknya akan terus meng-follow up ke-12 UMKM binaan setiap tiga bulan sekali. 

"Insyaallah kedepan akan di buka lagi kelas preuner bagi masyarakat. Kita tingkatkan lagi ekonomi kreatif. Di pengurusan in, semoga semakin kuat, semakin maju. Apalagi di support oleh Bank Nusamba. Kita harus selalu siap melaksanakan program kerja yang sudah di canangkan, " paparnya di depan UMKM binaan. 

Selain itu, ketua tanfidziyah PCNU Kabupaten Kendal yakni Dr. H.Mokh. Mustamsikin memberikan semangat kepada UMKM binaan. Ia berpesan tujuan NU yaitu kesejahteraan.

Contohnya kesejahteraan umat seperti yang kita lakukan hari ini,

"Setelah menerima bantuan modal dari Lazisnu, maka suatu saat di harapkan untuk memberikan bantuan modal ke UMKM lainnya. Saat ini jadi mustahik semoga suatu saat berubah jadi muzakki, " harapnya. 

Dari 12 UMKM yang lolos uji, mereka berangkat dari nol. Produk yang di hasilkan juga banyak varian. Ada yang dari usaha makanan ringan, minuman, alat pancing, angkringan, herbal dan therapy, dan lain-lain. 

Zainul Faridi peserta penerima modal UMKM dari Desa Gemuh Blanten, Kecamatan Gemuh misalnya. Dia usaha rengginang sejak tahun 2005. Selama ini produknya sudah beredar sampai keluar negeri.

Biasanya di pesan lewat online sebagai oleh-oleh. Harga di patok mulai Rp. 3.500-21.000 tergantung kemasan.

"Pembuatan rengginang sudah dari keturunan orang tua, tapi saya inovasi sendiri mulai dari rasa udang, original bawang, gula merah." Jelasnya. 

Dia mengeluh karena terkendala pemasaran. Tidak setiap hari bisa produksi, karena sepi peminat. "Bantuan ini sangat mendukung memulai usaha lagi. Untuk modal bahan baku pembuatan rengginang karena semua bahan pokok sekarang mulai naik." Pungkas Zainul. ***